Sosialisasi Caleg Didorong Ditingkatkan oleh Penyelenggara Pemilu

Sosialisasi Caleg Didorong Ditingkatkan oleh Penyelenggara Pemilu

ASKARA -:Calon Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Tengah V (Kabupaten Boyolali, Klaten, Solo dan Kabupaten Sukoharjo) mendorong penyelenggara Pemilu untuk memasifkan program pengenalan bagi calon wakil rakyat kepada masyarakat hingga ke pelosok-pelosok kampung.

Hal itu penting dilakukan, agar masyarakat yang menjadi pemilih bisa mengenal profil calon wakil rakyatnya lebih awal dan tidak memilih kucing dalam karung.

“Penyelenggara pemilu harus punya program untuk memperbanyak pertemuan atau sosialisasi atau tatap muka antara calon dan pemilih juga gambar calon, tujuanya adalah keterbukaan, jangan seperti membeli kucing dalam karung,” kata Endang.

Menurut Endang, para pemilih harus mengerti apa apa visi, misi, solusi, dan pemikiran seorang calon wakil rakyatnya.

Karena itu, calon wakil rakyat tentu harus turun langsung ke tengah-tengah warga untuk mengenalkan diri sekaligus menyerap aspirasi dan masukan dari masyarakat. Sehingga, jika nantinya diberikan amanah oleh masyarakat sebagai anggota DPR RI, program-program yang harus diperjuangkan di Parlemen sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat.

“Justru panwas di desa maupun kota, setiap ada pertemuan tatap muka untuk sosialisasi dianggapnya mencuri start belum boleh tatap muka, ini yang menyesatkan kepada masyarakat, untuk menentukan calon yang berkwalitas (memang) tidak mudah, karena tidak diwadahi kwalitas pertemuan waktu yang panjang,” beber Mantan anggota DPR RI Periode 2014-2019 ini.

Dalam kesempatan ini, Calon Wakil rakyat dari Partai Golkar itu mengaku cukup antusias untuk mengikuti kontestasi Pileg 2024 ini.

“Tentang pileg dapil Jateng 5, meliputi kab Boyolali, Klaten, Solo dan Sukoharjo sangat mantap,” kata eks Anggota Komisi VI DPR RI ini.

Dibandingkan pileg periode lalu, Endang mengaku lebih tertantang Pileg saat ini, karena banyak pemilih pemula dari kalangan generasi muda.

Terlebih, generasi muda juga sangat antusias dalam menentukan wakil rakyatnya.

Ditegaskan Endang, para pemilih muda ini sangat rasional, kritis dan cerdas. Mereka memilih berdasarkan visi misi dan tidak terbawa partai maupun golongan. Mereka memilih dengan rasionalitas realisasi janji yang dilontarkan serta berani menolak hal-hal yang tidak benar.

“Pemilih pemula juga semakin cerdas untuk menentukan calon yang di pilih. semakin ada kedewasaan dalam berpolitik alias calon yang sudah mempunyai kredibel dan kualitas berpihak ke masyarakat. inilah kecerdasan pemilih pemula yang menentukan masa depan politiknya, (mereka) enggak bisa lagi di intervensi, lebih lebih di doktrin,” kata Endang.

Editor: Husnie