:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4947147/original/079059200_1726661613-000_32FQ2WL.jpg)
Juric ditunjuk pada September lalu sebagai pelatih ketiga AS Roma dalam delapan bulan terakhir, setelah pemecatan Daniele De Rossi.
Sebelumnya, De Rossi yang menghabiskan hampir dua dekade sebagai pemain di Roma, diangkat sebagai pelatih kepala pada Januari setelah Jose Mourinho dipecat.
Juric, yang pernah melatih Torino, Hellas Verona, dan Genoa, memulai dengan hasil yang menjanjikan: kemenangan beruntun di kandang melawan Udinese dan Venezia di Serie A, serta hasil imbang 1-1 melawan Athletic Club di Liga Europa.
Namun, setelah itu performa tim menurun, dengan hanya satu kemenangan dalam enam pertandingan liga berikutnya.
Pendekatan Juric yang menggunakan strategi man-to-man marking ternyata tidak cocok dengan gaya permainan Roma yang lebih mengandalkan penguasaan bola dan kebebasan dalam menciptakan peluang.
Formasi 3-4-2-1 yang diterapkannya memang efektif dalam tiga laga awal, tetapi lawan cepat menyadari kelemahan sistem ini sehingga i Giallorossi sering melakukan kesalahan di lini pertahanan dan serangan, seperti yang terlihat saat melawan Bologna.












