Presiden RI Prabowo Subianto telah meluncurkan e-Katalog versi 6.0 sebagai langkah untuk memerangi korupsi dan meningkatkan transparansi serta efisiensi anggaran. Peluncuran ini dilakukan di Istana Negara, dengan tujuan mengurangi biaya pengadaan hingga 30% dan menurunkan biaya administrasi hingga 40-50%. Penggunaan e-Katalog versi 6.0 dijadwalkan akan dimulai pada 1 Januari 2025. Selain itu, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa e-Katalog versi 6.0 akan meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam proses transaksi barang dan jasa pemerintah. Penggunaan e-Katalog ini juga memungkinkan lebih mudahnya pembayaran dan pelaporan pajak atas pembelian barang dan jasa. Implementasi e-Katalog versi 6.0 diharapkan dapat memberikan dampak positif, seperti penghematan biaya, efisiensi waktu, transparansi, peningkatan partisipasi penyedia, dan optimalisasi anggaran. Dengan lebih dari 13 ribu penyedia yang berhasil ditarik, e-Katalog Indonesia memberikan kesempatan besar bagi UMKM untuk turut berkontribusi dalam pembangunan nasional. Melalui analisa data dalam sistem digital pemerintah, diharapkan pengeluaran anggaran dapat dirancang secara strategis untuk memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Prabowo Luncurkan e-Katalog 6.0: Hemat Biaya Pengadaan 30%”
Read Also
Recommendation for You

Dalam suatu rapat, Anggota DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan keprihatinannya terkait bantuan kemanusiaan yang…

Diskusi mengenai Creative Hub, UMKM, dan Digitalisasi dalam event di Samara Cafe & Eatery, Purwokerto,…

Menjelang bulan Ramadan, Anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian, melakukan ziarah ke makam kakek…

Acara yang dihadiri oleh beberapa tokoh penting seperti politisi Gerindra Dedi Mulyadi, Maruarar Sirait, dan…








