Manajer Manchester City, Pep Guardiola, secara terbuka mengakui tantangan yang dihadapi timnya dalam menghadapi jadwal yang padat, meski tetap berusaha realistis. Guardiola mengungkapkan keinginannya untuk mendapatkan waktu lebih lama untuk persiapan musim baru, namun dia juga menyadari bahwa situasi yang dihadapi saat ini tidaklah ideal. Sementara itu, CEO PFA, Molango, mengekspresikan harapannya bahwa semua pihak, termasuk dari segi bisnis, akan menyadari bahwa kondisi saat ini tidaklah masuk akal. Optimisme tersebut mungkin sulit untuk diwujudkan, terutama mengingat adanya sejumlah tantangan hukum yang dihadapi FIFA terkait dengan jadwal yang dianggap terlalu padat. PFA dan beberapa serikat pemain Eropa telah mengambil langkah hukum terhadap kalender FIFA yang dinilai “overloaded and unworkable”. Molango juga menyatakan bahwa Komisi Eropa dapat merespons serius atas hal ini, hal yang jarang terjadi dalam dunia sepak bola.
Piala Dunia Antarklub 2025: Mimpi FIFA Meleleh oleh Cuaca Ekstrem Amerika
Read Also
Recommendation for You

Beberapa pejabat sepak bola di Eropa mulai merasa cemas dengan rencana Trump untuk mengakuisisi Greenland….

Lionel Messi, bersama dengan pemain seperti Ward-Prowse, Calhanoglu, dan rival sekaligus abadinya, Ronaldo, mungkin tidak…

Piala Dunia 2026 semakin menarik perhatian publik, terlepas dari sejumlah negara yang berencana untuk memboikot…

Voetbal Primeur, media sumber asal Belanda, telah melakukan analisis terhadap performa para pemain Go Ahead…








