KEK Singhasari: Membangun Strategi Soft Power Indonesia

Kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari di Malang, Jawa Timur, menimbulkan pesan positif bagi soft power Indonesia oleh Wakil Ketua Komisi VII, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo. KEK Singhasari dianggap sebagai langkah strategis yang menggabungkan warisan budaya Nusantara dengan perkembangan teknologi untuk menciptakan sumber daya manusia unggul, terutama dalam sektor ekonomi kreatif dan digital. KEK Singhasari merupakan kawasan ekonomi khusus pertama di Indonesia yang fokus pada pariwisata, teknologi digital, dan pendidikan, mengembalikan kebanggaan atas budaya dan sejarah Kerajaan Singhasari dengan integrasi teknologi modern seperti artificial intelligence (AI) dan keamanan siber.

Pentingnya peran pendidikan dalam membentuk generasi unggul di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) juga ditekankan di KEK Singhasari. Terdapat berbagai lembaga pendidikan berbasis ekonomi kreatif, seperti sekolah animasi dan sekolah menengah berbasis digital, serta kerja sama dengan King’s College London. Presiden Prabowo sendiri menyoroti pentingnya persiapan generasi muda di bidang STEM, dan KEK Singhasari telah memulai langkah-langkah menuju hal tersebut.

Di akhir kunjungan, Komisi VII DPR RI menegaskan bahwa KEK Singhasari harus memberikan multiplier effect yang luas, khususnya bagi pelaku UMKM, dan manfaatnya harus dinikmati oleh semua pihak. KEK Singhasari diharapkan tidak hanya memanfaatkan satu kelompok saja, tetapi menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan menarik bagi investor.

Source link