Anggota Komisi V DPR RI, Hj. Novita Wijayanti, S.E., M.M., mengungkapkan keprihatinan atas dua insiden kecelakaan kapal di Selat Bali, yaitu KM Barcelona V-A yang terbakar dan KMP Tunu Jaya yang kandas, dan menekankan perlunya peningkatan standar keselamatan transportasi laut nasional. Novita menegaskan bahwa kecelakaan kapal harus dilihat sebagai tragedi kemanusiaan yang membutuhkan peningkatan pengawasan dan evaluasi sistem keselamatan pelayaran, terutama di jalur-jalur sibuk seperti Selat Bali. Sebagai anggota Komisi V DPR RI yang berfokus pada transportasi, Novita berkomitmen untuk mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem inspeksi, kelaikan kapal, dan kompetensi awak, terutama pada kapal penyeberangan yang mengangkut banyak penumpang dan kendaraan.
Ia juga menyoroti pentingnya respons cepat dan sistem evakuasi yang terlatih agar tidak hanya mengandalkan cuaca baik atau keberuntungan semata. Novita meminta Kementerian Perhubungan dan operator pelayaran untuk lebih transparan dalam melaporkan hasil penyelidikan teknis dan penanganan pascakecelakaan kepada publik. Selain itu, adanya audit menyeluruh terhadap armada kapal penyeberangan nasional dengan kondisi tua dan minim perawatan juga ditekankan.
Transportasi laut merupakan urat nadi bagi banyak daerah, oleh karena itu keselamatan harus menjadi prioritas utama. Novita menegaskan komitmennya dalam mengawal kebijakan dan anggaran yang mendukung transportasi laut yang aman, terjangkau, dan manusiawi, termasuk modernisasi pelabuhan, pelatihan awak kapal, dan sistem navigasi yang handal. Diperlukan tindakan preventif agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.












