Dalam konteks insiden kecelakaan KA Bangunkarta di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kapoksi Gerindra Komisi V DPR RI, Danang Wicaksana Sulistya (DWS), menekankan pentingnya peningkatan keselamatan di seluruh perlintasan sebidang kereta api. Ia menyoroti perlunya PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk memperkuat sistem keamanan guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa di masa depan.
Danang menegaskan bahwa keselamatan operasional perkeretaapian harus menjadi prioritas utama, dengan target yang jelas yaitu tidak adanya kecelakaan di jalur rel alias zero accident. Legislators asal Jawa Tengah III juga menyoroti bahwa masih banyak perlintasan sebidang yang belum memenuhi standar keamanan. Oleh karena itu, ia mendorong penutupan perlintasan yang tidak berizin dan membangun flyover atau underpass di titik-titik rawan sebagai solusi untuk memisahkan arus jalan dan rel guna meningkatkan keselamatan.
Danang menjamin bahwa Komisi V DPR akan terus mengawal langkah Kementerian Perhubungan dan PT KAI dalam memperkuat sistem keselamatan perkeretaapian nasional. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas instansi untuk menciptakan sistem transportasi yang aman, modern, dan berkelanjutan. Insiden tragis di perlintasan JPL 320, Bokoharjo, Prambanan, yang menewaskan empat orang dan melukai enam lainnya, menjadi momentum untuk lebih serius menerapkan langkah-langkah keamanan yang lebih efektif di masa depan.












