Cremonese kalah dalam pertandingan meski mendominasi permainan dengan 62 persen penguasaan bola dan 13 total tembakan. Meskipun demikian, Pisa berhasil lebih efektif dengan mencetak satu gol melalui Idrissa Toure. Meski Cremonese berusaha bangkit, usaha mereka tidak membuahkan hasil. Menurut Emil Audero, pertandingan ditandai dengan tekanan besar dari lawan, sehingga untuk mendapatkan umpan mereka harus mengoper ke penyerang. Langkah selanjutnya adalah mengenali situasi, terlibat dalam permainan, dan memahami kapan harus mengoper atau memaksakan permainan.
Emil Audero Ungkap PR untuk Cremonese setelah Dua Kekalahan Berturut-turut Serie A
Read Also
Recommendation for You

Piala Dunia 2026 semakin menarik perhatian publik, terlepas dari sejumlah negara yang berencana untuk memboikot…

Voetbal Primeur, media sumber asal Belanda, telah melakukan analisis terhadap performa para pemain Go Ahead…

Chelsea telah memecahkan rekor jendela transfer termahal sepanjang masa dengan pengeluaran fantastis sebesar £389 juta…

Gambar Evagoras Pallikarides telah lama menjadi bagian dari sejarah sepak bola di Paphos. Sebagai lambang…








