Program SMPS yang diluncurkan pada tahun 2022 melalui kerja sama antara FIFA dan serikat pemain FIFPRO bertujuan untuk mengawasi konten yang diunggah ke media sosial, mengidentifikasi konten yang bermasalah, dan mengambil tindakan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Meskipun FIFA menerima kritik karena pesan antirasisme tidak begitu mencolok dalam Piala Dunia Antarklub 2025 di Amerika Serikat, namun implementasi SMPS tetap diterapkan secara ketat sepanjang kompetisi tersebut.
Selama turnamen tersebut, SMPS memantau 2.401 akun aktif di lima platform media sosial yang melibatkan pemain, pelatih, tim, dan ofisial pertandingan. Sebanyak 5,9 juta unggahan dianalisis, 179.517 unggahan ditandai untuk peninjauan lebih lanjut, dan 20.587 unggahan dilaporkan ke platform terkait. Hal ini menunjukkan komitmen FIFA untuk menjaga kebersihan konten di media sosial, serta mengambil langkah yang diperlukan untuk menindaklanjuti konten yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.












