Menurut regulasi UEFA, pemain wajib memberikan sampel darah atau urine untuk pengujian doping dalam kompetisi baik di lapangan latihan, di rumah, maupun setelah pertandingan. Pengujian dilakukan untuk mendeteksi zat terlarang seperti steroid, EPO, hormon pertumbuhan, dan stimulan yang dilarang penggunaannya. Pemilihan pemain yang akan diuji doping bisa dilakukan secara acak atau berdasarkan penunjukan dari UEFA. Ketika daftar susunan pemain sudah diserahkan, sistem akan menentukan secara acak pemain yang harus mengambil tes doping. Biasanya, dua Petugas Kontrol Doping (DCO) akan hadir untuk menjalankan prosedur tersebut. UEFA menjelaskan aturan terkait ini dengan jelas, bahwa setelah mendapat pemberitahuan, pemain harus segera menuju ruang kendali doping tanpa kembali ke ruang ganti. Meskipun mereka masih diperbolehkan untuk melakukan wawancara singkat di area lorong, namun tidak boleh kembali ke ruang ganti. Jika pemain membutuhkan barang pribadi atau ingin mengganti pakaian, dokter tim atau perwakilan lain dapat membawa barang tersebut ke ruang kendali doping.
Pemain Skotlandia Terseok di Tengah Euforia Lolos Piala Dunia 2026
Read Also
Recommendation for You

Piala Dunia 2026 semakin menarik perhatian publik, terlepas dari sejumlah negara yang berencana untuk memboikot…

Voetbal Primeur, media sumber asal Belanda, telah melakukan analisis terhadap performa para pemain Go Ahead…

Chelsea telah memecahkan rekor jendela transfer termahal sepanjang masa dengan pengeluaran fantastis sebesar £389 juta…

Gambar Evagoras Pallikarides telah lama menjadi bagian dari sejarah sepak bola di Paphos. Sebagai lambang…








