Diskusi mengenai Creative Hub, UMKM, dan Digitalisasi dalam event di Samara Cafe & Eatery, Purwokerto, menyoroti pentingnya perguruan tinggi dalam mendukung jumlah lulusan yang memiliki usaha sebagai indikator kinerja utama. Kawendra menekankan perlunya mahasiswa membuka usaha sendiri setelah lulus, terutama di sektor ekonomi kreatif sebagai bagian dari KPI kampus. Ia menegaskan bahwa kampus harus berperan sebagai ruang praktik untuk melahirkan pengusaha muda dan pencipta lapangan kerja, bukan hanya sebagai institusi pendidikan formal.
Prof. Jebul Suroso merespon gagasan tersebut dengan menyampaikan bahwa UMP telah menerapkan kurikulum berbasis penciptaan lapangan kerja, sejalan dengan konsep yang diusulkan oleh Kawendra. Program smart curriculum yang diterapkan oleh UMP telah mendorong mahasiswa untuk membangun usaha sejak masa kuliah. Implementasi kurikulum ini berhasil diwujudkan melalui berbagai program, seperti program hilirisasi kelapa kopyor dan program profesor berdampak, yang turut terlibat dalam pengembangan masyarakat.
Selain itu, Kawendra menyoroti potensi Banyumas dan Purwokerto sebagai wilayah dengan kekuatan ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual yang dapat dioptimalkan. Dia menekankan pentingnya kolaborasi antara kampus dan komunitas kreatif dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan dan berdampak sosial. Diskusi ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mendorong transformasi perguruan tinggi sebagai tempat lahirnya pengusaha muda, serta memperkuat peran kampus dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.












