Sejak kembalinya Trump ke Gedung Putih pada Januari 2025, Infantino memiliki hubungan dekat dengan presiden tersebut. Pada Desember 2025, Trump dianugerahi FIFA Peace Prize yang pertama kali dalam pengundian Piala Dunia 2026 di Washington, D.C. Akan tetapi, pada November 2025, mantan Ketua Komite Tata Kelola FIFA, Miguel Maduro, menuduh Infantino melakukan pelanggaran nyata terhadap prinsip netralitas FIFA. Tuduhan tersebut muncul setelah Infantino dikritik karena mendukung agenda politik Trump dalam suatu pidato di Miami. Dalam waktu sebulan, organisasi advokasi FairSquare mengajukan pengaduan resmi kepada Komite Etik FIFA, menuduh bahwa Infantino melanggar kewajiban netralitas politiknya secara berulang. Meski demikian, kabar terbaru dari ESPN menegaskan bahwa IOC menyatakan semuanya telah diselesaikan dan perkembangan FIFA di Gaza dianggap sesuai dengan peran federasi olahraga internasional.
Investigasi IOC Terhadap Gianni Infantino Dibatalkan
Read Also
Recommendation for You

Situasi Presiden FIFA Diguncang, Siapakah Penggantinya? Para federasi UEFA mulai mempertimbangkan nama-nama potensial untuk menggantikan…

Adrien Rabiot Fokus pada Tim Spanyol, Bukan Individu Tunggal Adrien Rabiot menegaskan bahwa Prancis tidak…

Rabiot Menguatkan Keyakinan Prancis Jelang Semifinal Piala Dunia 2026 Rabiot Menguatkan Keyakinan Prancis Jelang Semifinal…

Inggris vs Argentina: John Terry Percaya Diri Menatap Semifinal Piala Dunia 2026 Inggris vs Argentina:…








