Anggota Komisi IV DPR RI, Endang Setyawati Thohari, memberikan apresiasi terhadap capaian produksi Pabrik Pengolahan Bawang Merah Kelompok Tani Sidomakmur (PT Sinergi Brebes Inovatif) di Desa Sidamulya, Brebes. Dia menyoroti bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari pemanfaatan dan pemetaan agroecological zone yang terencana, yang mengoptimalkan potensi pertanian dan memberikan nilai tambah bagi petani. Selama kunjungan kerja reses di Brebes-Tegal, Jawa Tengah, Endang mengungkapkan kebanggaan dan kagumnya terhadap hasil produksi bawang Brebes yang luar biasa. Dia menekankan bahwa dengan pemetaan agroecological zone yang baik, impor bawang dapat dihindari.
Endang juga mengingatkan tentang masa lalu di mana impor bawang merugikan petani selama panen raya. Namun, situasinya mulai berubah saat ini berkat hilirisasi dan penguatan kelembagaan petani. Dia merasa bangga dengan perubahan ini, terutama dengan adanya koperasi desa merah putih yang bertujuan untuk mencegah pelarian modal dari desa ke kota. Endang juga memberikan apresiasi atas ekspor bawang ke negara-negara tetangga yang telah meningkatkan kesejahteraan petani.
Dengan keuntungan yang signifikan dari hasil panen bawang, Endang berharap praktik baik ini dapat diterapkan sebagai strategi besar bagi desa-desa lain yang memiliki potensi lokal unggulan. Dia mendorong agar komoditas lokal Indonesia tidak dimanfaatkan atau diklaim oleh negara lain, untuk mencegah kejadian seperti yang terjadi pada beberapa produk hortikultura yang dipasarkan dengan label negara lain.












