Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memastikan bahwa ketahanan energi nasional tetap aman meskipun konflik di Timur Tengah semakin memanas antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Indonesia diketahui memiliki keunggulan dengan sumber daya alam yang melimpah, seperti kelapa sawit, singkong, jagung, dan tebu yang dapat dijadikan sebagai sumber energi alternatif untuk mendukung kemandirian energi nasional. Dalam acara virtual Peresmian 218 Jembatan di seluruh Indonesia, Presiden menekankan pentingnya sumber energi berbasis tanaman lokal untuk mengurangi ketergantungan pada impor BBM.
Selain energi, Presiden juga memberikan perhatian terhadap ketahanan pangan nasional yang dinilai tetap terjaga. Berkat keberlimpahan sumber daya pangan, pemerintah mampu menjaga stabilitas harga energi, termasuk harga BBM bersubsidi meskipun harga minyak dunia melonjak. Prabowo mengungkapkan rasa syukurnya atas kemampuan Indonesia mencapai swasembada beras dan hampir mencapai swasembada energi.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden mendorong masyarakat untuk tidak khawatir menghadapi ketidakpastian global dan menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dari kekayaan sumber daya alam untuk mengatasi berbagai tantangan ekonomi dunia. Prabowo juga memberikan apresiasi kepada kepala daerah yang telah mendukung program pemerintah pusat, terutama dalam upaya mewujudkan swasembada pangan nasional.
Ditegaskan bahwa koordinasi dan kerja sama yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika global. Prabowo menyimpulkan dengan mengungkapkan keyakinannya bahwa bersatu kita kuat, dan bersatu kita dapat keluar dari krisis ini dengan lebih kuat dan lebih mandiri.












