Usulan kenaikan harga BBM perlu dipertimbangkan dengan hati-hati karena dampaknya tidak hanya terhadap APBN tetapi juga akan langsung dirasakan oleh masyarakat melalui kenaikan harga barang dan jasa. Menurut Hekal, BBM memiliki peran penting dalam biaya distribusi dan produksi sehingga kenaikan harga BBM kemungkinan besar akan diikuti oleh kenaikan harga di berbagai sektor, termasuk kebutuhan pokok, transportasi, dan tarif jasa. Hal ini akan berdampak pada ongkos logistik, harga pangan, dan biaya transportasi yang meningkat, sehingga perlu diwaspadai karena dapat mendorong inflasi.
Dalam situasi tekanan ekonomi global, Hekal menekankan perlunya menjaga stabilitas harga untuk melindungi daya beli masyarakat. Ia menilai langkah pemerintah dalam menahan harga BBM bersubsidi sebagai kebijakan yang tepat untuk menjaga inflasi tetap terkendali dan daya beli masyarakat tidak tergerus. Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa kenaikan harga BBM selalu berdampak signifikan terhadap inflasi nasional, sehingga setiap kebijakan perlu mempertimbangkan kondisi sosial-ekonomi masyarakat secara menyeluruh.
Hekal juga mengingatkan bahwa kebijakan fiskal yang terlihat sehat di atas kertas dapat menimbulkan tekanan ekonomi di lapangan jika tidak memperhatikan stabilitas harga dan perlindungan masyarakat sebagai prioritas. Di tengah kenaikan harga minyak dunia karena konflik geopolitik, keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM dipandang sebagai bentuk keberpihakan kepada rakyat. Saat situasi global tidak menentu, negara harus hadir untuk menjaga stabilitas dengan menahan harga BBM sebagai langkah konkret untuk mencegah lonjakan inflasi dan melindungi masyarakat.












