600 Ton Stok Pangan Tertahan di Jayapura, Menunggu Distribusi ke Wamena
FraksiGerindra.id – Anggota Komisi XIII DPR RI, Yan P. Mandenas, melakukan kunjungan kerja ke gudang Perum Bulog di Wamena dan menemukan sekitar 600 ton bahan pangan yang masih tertahan di Jayapura. Hal ini berdampak langsung pada ketersediaan stok kebutuhan pokok di ibu kota Provinsi Papua Pegunungan.
Saat inspeksi di gudang Bulog Wamena, Yan P. Mandenas menyoroti kondisi tersebut dan menyatakan bahwa distribusi bahan pangan terganggu akibat kenaikan harga bahan bakar avtur. Sehingga, pasokan kebutuhan pokok masyarakat di wilayah pegunungan terhambat signifikan.
Solusi Cepat Diperlukan untuk Menangani Masalah Distribusi
Menghadapi permasalahan ini, Yan P. Mandenas meminta dukungan data dan kebutuhan riil dari Bulog Wamena agar DPR RI dapat segera mencari solusi tepat. Ia menegaskan pentingnya mendorong peningkatan distribusi bahan pangan ke Wamena, sesuai dengan kuota yang diperlukan masyarakat.
Sebagai wilayah 3T, Papua Pegunungan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah dalam menangani persoalan ketahanan pangan. Memiliki gudang besar saja tidak cukup, tetapi distribusi yang lancar hingga ke tingkat masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga ketersediaan pangan.
Pemerintah Daerah Bersama DPR RI Berupaya Memenuhi Kebutuhan Pokok
Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol, menyambut kedatangan anggota Komisi XIII DPR RI dan menyatakan pentingnya upaya bersama untuk menjamin ketersediaan stok pangan di daerah ini. Distribusi pangan harus menjadi prioritas utama mengingat berbagai tantangan yang dihadapi oleh masyarakat setempat.












