Mengamankan Stok Beras di Solo Raya Saat El Nino Melanda
Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi Gerindra, Adik Sasongko, melakukan kunjungan kerja ke Gudang Perum Bulog Telukan, Sukoharjo, untuk memastikan keamanan stok beras di Solo Raya selama tantangan iklim El Nino. Dalam kunjungan tersebut, Adik Sasongko mengevaluasi kondisi pergudangan, penyerapan hasil panen petani, serta distribusi beras untuk bantuan pangan dan stabilisasi harga.
Bulog Berperan Strategis dalam Menjaga Ketersediaan Pangan di Solo Raya
Adik Sasongko menyatakan bahwa stok beras untuk masyarakat Solo Raya tetap aman di tengah tantangan iklim El Nino. Dengan penyerapan hasil panen petani yang baik, kebutuhan akan bantuan pangan terpenuhi. Hal ini menunjukkan peran penting Bulog dalam menjaga ketersediaan, distribusi, dan stabilitas harga pangan pokok, serta mendukung ketahanan ekonomi di daerah tersebut.
Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, menambahkan bahwa Bulog telah melakukan langkah antisipatif dengan optimalisasi penyerapan hasil panen petani. Pengelolaan stok di Gudang Bulog Telukan juga efektif melalui penerapan sistem First In First Out (FIFO). Dari total stok 180 ton yang tersedia, hanya sebagian kecil merupakan stok tahun sebelumnya.
Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan oleh Bulog
Pemimpin Cabang Bulog Surakarta, Nanang Haryanto, menjelaskan bahwa total stok beras di Solo Raya mencapai 80.000 ton. Meski harga gabah di tingkat petani di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP), Bulog tetap berkomitmen sebagai jaring pengaman melalui penyerapan hasil panen. Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) juga dilakukan untuk menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.
Beras SPHP dijual dengan harga Rp11.000 di tingkat gudang dan maksimal Rp12.500 per kilogram untuk konsumen. Dengan stok yang mencukupi, kebutuhan bantuan pangan dan pasar murah di Solo Raya diperkirakan terpenuhi hingga tahun depan.












