Perbuatan tragis seorang ayah di Surabaya telah mengejutkan banyak orang. Pria paruh baya berusia 48 tahun dengan inisial YS ini telah melakukan tindakan pencabulan yang mengerikan terhadap anak kandungnya yang masih duduk di bangku SDP dan berusia 17 tahun. Kejadian mengerikan ini telah meninggalkan trauma mendalam bagi korban yang tak berdosa.
Ayah Cabuli Anak Kandung
Pencabulan yang dilakukan oleh YS kepada anaknya sendiri telah mencoreng nilai-nilai kasih sayang dalam sebuah keluarga. Sang ayah seharusnya menjadi pelindung bagi anak-anaknya, bukanlah menjadi pelaku kekerasan yang menghancurkan masa depan sang anak. Kejadian ini juga menjadi alarm bahwa kasus pelecehan seksual masih merajalela di masyarakat, bahkan dalam lingkup keluarga sendiri.
Menimbulkan Trauma Berkepanjangan
Dampak psikologis yang ditimbulkan dari tindakan keji YS terhadap anaknya tak bisa dianggap enteng. Korban akan mengalami trauma yang mendalam dan mungkin akan membawa bekas selamanya. Penting bagi pihak berwajib dan keluarga korban untuk memberikan perlindungan serta pendampingan yang memadai agar korban bisa pulih dari luka batin yang begitu dalam akibat dari tindakan pencabulan yang dilakukan oleh ayahnya sendiri.
Saat ini, YS sudah diamankan oleh pihak kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Semoga kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih waspada terhadap tanda-tanda pelecehan seksual, terutama di lingkungan terdekat seperti dalam keluarga.
