Ketua Fraksi Gerindra MPR RI Puji Keberanian Siswi SMAN 1 Pontianak
Habiburokhman dari Fraksi Partai Gerindra MPR RI memberikan pujian kepada siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra atau Ocha, yang menunjukkan keberanian dalam memprotes keputusan juri saat Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Menurut Habiburokhman, sikap Ocha yang gigih mempertahankan jawabannya menjadi bukti keberanian dan keteguhan dalam memperjuangkan kebenaran. Ia menekankan pentingnya sifat teguh hati dan berani seperti yang ditunjukkan oleh Ocha.
Menyesalkan Respons Juri dan Panitia
Di sisi lain, Habiburokhman juga mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap respons dewan juri dan panitia acara yang terlihat tidak terbuka terhadap kritik yang dilontarkan oleh peserta. Menurutnya, seharusnya panitia dan juri bisa mengakui kesalahan yang terjadi selama perlombaan tersebut.
Habiburokhman menegaskan bahwa kesalahan penilaian dalam LCC tersebut tidak boleh dianggap sepele karena berpotensi memberikan dampak negatif terhadap tujuan edukasi dari kegiatan tersebut. Ia mengusulkan agar juri acara diganti dan acara dihentikan sementara untuk memastikan adanya perbaikan yang serius.
Perbedaan Penilaian yang Memantik Kontroversi
Sebelumnya, video Final LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat menjadi viral setelah menunjukkan perbedaan penilaian terhadap jawaban yang dianggap serupa dari dua kelompok peserta. Grup C dari SMAN 1 Pontianak mendapat pengurangan nilai yang signifikan untuk jawaban tertentu, sementara Grup B dari SMAN 1 Sambas justru mendapat penilaian yang lebih tinggi.
Peserta dari Grup C kemudian memprotes penilaian tersebut karena merasa jawaban mereka seharusnya mendapat penilaian yang sama. Namun, juri tetap pada keputusannya karena merasa jawaban dari Grup C tidak cukup jelas.












