Azis Subekti: Kunci Menjaga Rupiah adalah Melindungi Daya Beli Rakyat
Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Gerindra, Azis Subekti, menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang belakangan menjadi perhatian publik. Menurutnya, menjaga stabilitas rupiah tidak hanya berkaitan dengan indikator makroekonomi, tetapi juga berkaitan langsung dengan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Azis menilai Indonesia perlu merumuskan strategi yang komprehensif dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Menurutnya, Indonesia memiliki modal besar berupa sumber daya alam yang melimpah, pasar domestik yang kuat, bonus demografi, serta posisi strategis dalam peta ekonomi dunia. Namun di sisi lain, Indonesia tetap terhubung dengan sistem ekonomi global sehingga berbagai gejolak internasional dapat berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi nasional.
Masyarakat Rasakan Dampaknya Melalui Kebutuhan Pokok
Menurut Azis, bagi sebagian besar masyarakat, nilai tukar rupiah tidak dirasakan dalam bentuk angka kurs semata, melainkan melalui perubahan harga kebutuhan pokok yang mereka hadapi setiap hari. Ia menekankan bahwa pelemahan rupiah dapat menjadi masalah besar ketika telah mempengaruhi dapur rakyat.
Dalam konteks ini, Azis mengingatkan agar kondisi ekonomi nasional tidak hanya dinilai berdasarkan pergerakan nilai tukar rupiah. Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga berbagai komoditas pangan menunjukkan bahwa tantangan ekonomi yang paling dirasakan masyarakat saat ini berada pada aspek kebutuhan dasar.
Pertahanan Harga Kebutuhan Pokok Sebagai Strategi Inti
Menurut Azis, Indonesia perlu membangun pertahanan kedua yang fokus pada harga kebutuhan pokok sebagai strategi menghadapi tekanan ekonomi global. Dalam hal ini, ia menyarankan penguatan kerja sama lintas sektor dan instrumen ekonomi domestik untuk melindungi daya beli rakyat.
Azis juga menyoroti pentingnya membangun kepercayaan publik sebagai modal utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Menurutnya, keberhasilan sebuah negara bukan hanya ditentukan oleh angka-angka makroekonomi, tetapi lebih pada kemampuan negara dalam melindungi masyarakat dari dampak gejolak global.
Di tengah kondisi ekonomi global yang tidak pasti, Azis memandang bahwa langkah-langkah konkret seperti membangun sistem peringatan dini harga pangan, memperluas subsidi logistik pangan, serta memperkuat peran koperasi dan pasar rakyat dapat menjadi landasan kuat dalam menjaga daya beli masyarakat serta stabilitas ekonomi nasional.












