Proses Discovery dalam MLS: Prosedur dan Aturan yang Harus Diketahui
Proses discovery adalah metode yang digunakan oleh klub Major League Soccer (MLS) untuk memantau dan merekrut pemain yang belum memiliki kontrak dengan liga atau tidak terlibat dalam mekanisme penempatan pemain lainnya. Menurut penjelasan resmi dari pihak MLS, terdapat aturan dan prosedur yang harus dipatuhi oleh klub yang ingin menggunakan proses ini.
Prosedur Proses Discovery
Setiap klub di MLS diizinkan memiliki hingga lima pemain dalam daftar discovery mereka pada satu waktu. Mereka dapat menambah atau menghapus nama pemain kapan saja tanpa batasan jumlah pemain yang dapat direkrut dari daftar discovery tersebut. Pemain yang sebelumnya berada dalam Allocation Ranking List juga dapat dimasukkan ke dalam proses discovery.
Jika terdapat dua atau lebih klub yang mencoba memasukkan pemain yang sama ke dalam daftar discovery, klub yang mengajukan klaim lebih dahulu akan memiliki hak prioritas untuk merekrut pemain tersebut. Jika ada klaim yang diajukan pada hari yang sama, klub dengan rata-rata poin per pertandingan terendah dalam musim reguler MLS saat itu akan mendapatkan hak prioritas.
Aturan Perlindungan Hak Pemain
Jika sebuah klub ingin merekrut pemain yang berada dalam daftar discovery klub lain yang memiliki prioritas lebih tinggi, mereka dapat menawarkan kompensasi sebesar 50.000 dolar AS dalam bentuk General Allocation Money. Kemudian, klub yang memiliki pemain dalam daftar discovery diberikan waktu lima hari untuk memutuskan apakah menerima kompensasi tersebut dan melepas haknya atau memberikan tawaran kontrak yang konkret kepada pemain tersebut.
Adapun pemain yang telah meninggalkan MLS dapat kembali dimasukkan ke dalam daftar discovery satu minggu setelah transfer permanen selesai dan liga memberi pemberitahuan kepada klub-klub terkait.
Dengan adanya proses discovery ini, diharapkan klub-klub MLS dapat secara efisien merekrut pemain yang diinginkan tanpa harus terbebani oleh aturan yang rumit. Semua proses dilakukan dengan transparansi dan mengutamakan kepentingan pemain serta klub yang terlibat.












