Kawendra Dorong PELNI, ASDP, dan DAMRI Tingkatkan Efisiensi, Perkuat Logistik UMKM, hingga Keselamatan Transportasi
Kawendra Tekankan Pentingnya Peningkatan Peran BUMN Transportasi
Anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian, menggarisbawahi perlunya peningkatan peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor transportasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, terutama dalam optimalisasi layanan logistik bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Penegasan ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI dengan Direktur Utama PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero), ASDP Indonesia Ferry (Persero), dan Perum DAMRI pada Rabu (24/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Kawendra menyoroti pertumbuhan UMKM yang cepat harus disokong oleh infrastruktur logistik yang kuat, termasuk melalui peningkatan jaringan transportasi yang dimiliki oleh BUMN. Ia menunjukkan bahwa optimalisasi layanan logistik menjadi kunci penting dalam mendukung perkembangan UMKM di Indonesia. Kawendra menekankan bahwa Indonesia memerlukan sistem distribusi yang terintegrasi dengan baik untuk memperluas akses terhadap produk dalam negeri. Ia juga mengusulkan sinergi antar-BUMN transportasi untuk memperkuat layanan kargo nasional.
Pengembangan Sistem Manajemen Digital dan Keselamatan Transportasi
Selain itu, Kawendra juga membahas rencana pengembangan sistem manajemen digital di PELNI. Dalam hal ini, ia mengharapkan transformasi teknologi yang diterapkan oleh perusahaan tersebut tidak hanya sebagai pengembangan sistem semata, tetapi bisa memberikan dampak positif yang nyata terhadap kinerja bisnis Perusahaan Pelayaran Negara Indonesia. Di sisi lain, Kawendra juga memberikan perhatian khusus terhadap aspek keselamatan layanan transportasi penyeberangan yang dijalankan oleh ASDP. Menurutnya, budaya keselamatan harus terus diperkuat untuk menekan risiko kecelakaan.
Tantangan Keuangan dan Optimalisasi Kinerja
Kawendra juga menggarisbawahi sejumlah lintasan ASDP yang telah berubah status dari perintis menjadi komersial, namun menghadapi tantangan dari sisi keuangan. Selama empat tahun terakhir, sebagian lintasan tersebut masih mencatatkan laba negatif. Kawendra mendorong agar subsidi yang diberikan juga tepat sasaran dan tidak menjadi beban fiskal. Terkait dengan DAMRI, Kawendra menekankan pentingnya optimalisasi kinerja perusahaan tersebut. Ia menginginkan agar DAMRI terus melakukan evaluasi dan inovasi untuk tetap bersaing di tengah dinamika bisnis.
Kawendra menekankan bahwa meskipun mengelola perusahaan milik negara bukan hal yang mudah, DAMRI harus mampu memperbaiki strategi bisnis dan memanfaatkan potensi yang dimiliki. Kawendra juga menyoroti beberapa pengajuan Public Service Obligation (PSO) yang belum disetujui, dan ia berharap agar DAMRI terus berupaya untuk memperoleh hasil yang positif dari setiap usahanya.












