Kepala BGN Copot 137 Kepala Dapur Program Makan Bergizi Gratis
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, telah mengambil langkah tegas menyusul sejumlah kasus keracunan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menekankan bahwa tidak akan ada toleransi terhadap insiden yang membahayakan keselamatan penerima manfaat, terutama anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Niatan Tegas Terhadap Kasus Keracunan
Mengutip pernyataan Sudaryono, keamanan pangan merupakan prioritas utama dalam pelaksanaan MBG. Oleh karena itu, setiap pelanggaran yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat akan ditindak tanpa kompromi. Kasus keracunan yang terjadi belakangan harus menjadi yang terakhir selama kepemimpinan Sudaryono.
“Kejadian keracunan tidak boleh terjadi lagi. Zero tolerance terhadap kasus keracunan. Ini menyangkut nyawa, kesehatan, dan keamanan anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita kita,” tandas Sudaryono.
Penegakan Disiplin dengan Pencopotan dan Sanksi
BGN telah mencopot 137 kepala dapur MBG di berbagai daerah sebagai tindakan penegakan disiplin. Keputusan ini diambil setelah evaluasi menunjukkan berbagai pelanggaran, termasuk kasus keracunan, tata kelola yang buruk, dan kurangnya disiplin.
Sebagian besar kepala dapur yang dicopot berasal dari Jawa Barat, Lampung, Jawa Timur, Sumatera Utara, Banten, dan Jawa Tengah. Salah satu dapur yang mencuat adalah dapur di SMK Negeri 6 Semarang di Jawa Tengah yang sebelumnya terlibat dalam kasus keracunan.
Selain pencopotan, BGN juga memberikan sanksi kepada pengelola yang terlibat dalam pelanggaran administratif dan penyimpangan keuangan. Tidak hanya kasus keracunan, BGN juga menegaskan zero tolerance terhadap praktik korupsi dan penyimpangan lainnya.
Memperkuat Sistem Pengawasan untuk Mencegah Kekacauan
Untuk mencegah kasus serupa terulang, BGN meningkatkan sistem pengawasan di seluruh dapur MBG. Sudaryono menekankan pentingnya mekanisme kontrol yang kuat dan konsisten sebagai pendukung keberhasilan program.
Dengan melakukan langkah ini, BGN berharap program MBG dapat berjalan lebih aman, akuntabel, dan dapat mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap program pemenuhan gizi nasional.












