Penuh Haru: Ucapan Terima Kasih yang Menyentuh Hati

Enzo Fernandez, Gelandang Chelsea, Mengirim Pesan Emosional untuk Messi

Gelandang Chelsea, Enzo Fernandez, menjadi salah satu pemain yang menyampaikan pesan paling emosional untuk Messi. Fernandez mengaku sejak masih muda dirinya pernah menghitung selisih usia dengan Messi dan membayangkan apakah suatu hari bisa bermain bersama idolanya tersebut.

Pesan Emosional Enzo Fernandez

“Leo, ketika kamu sebelumnya mengatakan akan pensiun dari tim nasional, saya merasa sangat sedih,” tulis Fernandez di media sosial. “Saya masih seorang anak muda ketika itu. Saya bahkan pernah menghitung perbedaan usia antara kita untuk mengetahui apakah saya memiliki kesempatan bermain bersamamu.”

“Memang terdengar konyol, tetapi saya benar-benar melakukannya. Saya memikirkan berapa tahun lagi kamu mungkin bermain dan berapa tahun yang memisahkan saya untuk bisa masuk tim utama. Saya bermimpi suatu hari kami akan mengenakan jersey Argentina bersama, meski hanya sekali. Untungnya, kamu kembali,” imbuh Enzo.

Indahnya Kenyataan

Fernandez kemudian mengungkapkan bahwa kenyataan justru jauh lebih indah dibandingkan impiannya saat masih kecil. “Hidup ternyata jauh lebih indah daripada yang bisa dibayangkan anak itu. Saya bukan hanya bisa bermain bersamamu, tetapi juga berbagi pemusatan latihan, ruang ganti, percakapan, pelukan, masa-masa sulit, momen indah, hingga akhirnya menjadi juara dunia bersamamu.”

Fernandez juga berterima kasih atas perlakuan Messi sejak pertama kali dirinya bergabung dengan tim nasional. “Saya datang membawa impian bermain bersama idola saya, tetapi saya menemukan sosok yang sejak awal membuat saya merasa menjadi bagian dari semua orang.”

“Kamu selalu memiliki kata-kata yang baik, nasihat, pelukan, atau sekadar membuat saya tenang ketika membutuhkannya. Saya tidak akan pernah melupakannya.”

Sulit Bagi Enzo Fernandez

Fernandez mengaku sulit membayangkan pemusatan latihan Argentina berikutnya tanpa Messi. “Sulit bagi saya membayangkan pemusatan latihan berikutnya tanpa kamu. Berjalan ke lapangan dan tidak melihatmu di depan saya dengan nomor 10.”

“Kami sudah terbiasa melihatmu di sana selama bertahun-tahun sehingga rasanya mustahil membayangkan hal lain.” Fernandez melanjutkan, “Betapa beruntungnya saya, Leo. Dan betapa beruntungnya anak kecil yang dulu menghitung tahun tanpa tahu apakah suatu hari akan tiba waktunya.”

“Terima kasih karena telah memperlakukan saya seperti itu, atas semua yang kamu ajarkan, dan karena mengizinkan saya menjadi bagian dari ceritamu. Kami akan sangat merindukanmu, kapten.”

Source link