Annisa Mahesa Ingatkan Generasi Muda agar Bijak dalam Berinvestasi
KOTA SERANG, FraksiGerindra.id — Anggota Komisi XI DPR RI, Annisa Mahesa, menyampaikan pesan penting kepada generasi muda terkait pentingnya bijak dalam mengambil keputusan investasi. Ia menegaskan agar tidak tergoda untuk mengikuti tren semata atau takut tertinggal, terutama dalam era di mana akses informasi investasi semakin mudah melalui platform digital.
Investasi Tidak Hanya Soal Produk, Tapi Juga Kesiapan Finansial Pribadi
Dalam acara edukasi keuangan bertajuk “Lite-It! (Literasi Keuangan Indonesia Terdepan)” di Auditorium UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Annisa juga menyoroti fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yang kerap membuat investor muda terjebak. Ia menekankan pentingnya tidak mengandalkan rekomendasi dari media sosial semata dalam mengambil keputusan keuangan.
Bagi Annisa, sebelum terjun ke dalam dunia investasi, hal yang harus dipersiapkan adalah fondasi keuangan pribadi yang sehat. Ini meliputi memiliki dana darurat, menyelesaikan utang konsumtif, serta memahami dengan baik tujuan investasi, kemampuan finansial, dan toleransi risiko masing-masing individu.
Prinsip 2L: Legal dan Logis dalam Memilih Investasi
Annisa juga menekankan pentingnya menerapkan prinsip 2L, yakni Legal dan Logis, sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Selain memastikan legalitas produk investasi, calon investor juga disarankan untuk mempertimbangkan seberapa masuk akal imbal hasil yang ditawarkan dibandingkan dengan risiko yang harus ditanggung.
Untuk menghindari keputusan impulsif yang dipicu oleh FOMO, Annisa menyarankan untuk memberi jeda minimal 24 jam setelah menemukan rekomendasi investasi yang sedang trend di masyarakat. Tiga pertanyaan penting yang harus diajukan sebelum berinvestasi adalah terkait risiko, pemilik keuntungan, dan kewenangan dari pihak yang memberikan rekomendasi.
Annisa juga mengingatkan agar tidak terlalu mengandalkan rekomendasi dari grup Telegram, WhatsApp, atau komunitas digital. Ketergantungan pada rekomendasi kelompok dapat memicu perilaku herding yang berisiko karena mengikuti mayoritas tanpa pertimbangan yang matang.
Dengan kegiatan edukasi keuangan seperti Lite-It!, Annisa berharap generasi muda tidak hanya paham tentang berbagai pilihan investasi, tetapi juga memiliki kebiasaan finansial yang sehat sejak usia dini. Menurutnya, kecerdasan berinvestasi bukanlah tentang seberapa cepat seseorang mengikuti tren, melainkan seberapa baik ia memahami produk, risiko, dan tujuan keuangan yang ingin dicapai.










