Dalam sebuah khutbah Jumat yang disampaikan di Masjid AQL Islamic Center, KH. Bachtiar Nasir, seorang ulama yang ahli dalam Tadabbur Al-Qur’an, menyampaikan pesan penting mengenai pentingnya menjaga lisan sebagai kunci keselamatan hidup. Beliau dengan tegas menyampaikan khutbah berjudul “Menjaga Lisan” sebagai tema utama.
Dalam pembukaan khutbahnya, KH. Bachtiar Nasir menekankan pentingnya untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Beliau juga menyoroti kondisi tragis yang sedang dihadapi oleh saudara-saudara kita di Gaza Utara dan mendorong umat Muslim untuk bersikap empati dan berbagi rezeki dengan sesama. Selain itu, beliau menyebutkan korban bencana alam di berbagai tempat sebagai pengingat akan pentingnya memiliki hati yang peduli.
Dalam konteks Indonesia saat ini, KH. Bachtiar Nasir juga membahas relevansi dari menjaga lisan dalam mencegah timbulnya permasalahan. Beliau menegaskan bahwa ketakwaan kepada Allah adalah kunci utama untuk meraih kesuksesan, baik di dunia maupun di akhirat. Menjaga lisan dan perilaku merupakan hal penting yang tidak boleh diabaikan.
Beliau mengingatkan bahwa lisan adalah cermin dari hati seseorang. Ucapan yang baik dan bermakna bukan hanya menyenangkan pendengarnya tetapi juga menjadi ibadah yang berharga. KH. Bachtiar Nasir juga menyatakan bahwa setiap kata yang terucap harus dipilih dengan bijak, karena lisan yang tidak terkendali dapat menimbulkan dampak buruk.
Dalam menjaga lisan, beliau menyarankan untuk berpikir sebelum berbicara, memilih kata-kata dengan hati-hati, dan menggunakan lisan untuk menyebarkan kebaikan. KH. Bachtiar Nasir juga menekankan bahwa menjaga lisan adalah bagian integral dari ketakwaan kepada Allah, sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an.
Melalui khutbahnya, KH. Bachtiar Nasir berharap agar umat Islam dapat merenungkan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lisan. Beliau juga mengajak para jamaah untuk berkomitmen dalam hanya menggunakan kata-kata yang bermakna dan bermanfaat, sehingga mendapatkan pahala dari Allah SWT. Dengan demikian, beliau berharap agar umat Islam dapat terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas spiritualitas mereka.










