Transformasi Digital MIND ID dan PT Timah: Indonesia Metal Exchange

Kawendra Lukistian, anggota Komisi VI DPR RI, mempertanyakan permasalahan tambang ilegal dan kurangnya kendali terhadap harga komoditas timah dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Direktur Utama PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID) dan PT Timah. Menurutnya, praktik tambang ilegal semakin merajalela dan sudah tidak bisa diabaikan lagi. Kawendra menekankan pentingnya kepemimpinan yang tegas dan berintegritas dalam memberantas praktik ilegal di sektor pertambangan. Visi Presiden Prabowo Subianto yang ingin membangun tata kelola negara yang transparan dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat juga menjadi sorotan dalam rapat tersebut.

Selain menggarisbawahi masalah tambang ilegal, Kawendra juga membahas isu harga timah secara global. Sebagai salah satu dari tiga pemilik cadangan timah terbesar dunia, Indonesia diharapkan memiliki pengaruh signifikan dalam menentukan harga pasar dan tidak hanya mengikuti harga global. Kawendra mendorong pembentukan Indonesia Metal Exchange sebagai upaya untuk menguatkan posisi Indonesia dalam perdagangan logam global.

Selain itu, Kawendra juga mempertanyakan kebutuhan akan digitalisasi dalam pengelolaan pertambangan untuk mengurangi kebocoran yang selama ini menjadi masalah utama. Beliau menyoroti perlunya integrasi sistem digital dalam perencanaan pertambangan, seperti yang telah dilakukan oleh perusahaan lain. Penggunaan teknologi digital diharapkan dapat membantu perusahaan tambang seperti PT Timah untuk lebih efisien dan efektif dalam operasionalnya.

Rapat tersebut juga menyoroti rencana konkret dan terukur yang harus disusun oleh perusahaan pelat merah tersebut untuk menangani permasalahan tambang ilegal di Indonesia. Pembentukan rencana yang jelas dan dapat diukur diharapkan dapat membantu menyelesaikan masalah ini dalam jangka waktu yang ditentukan. Kawendra juga berpendapat bahwa Indonesia harus lebih proaktif dalam menentukan harga timah sesuai dengan kepemilikan cadangan yang dimilikinya, bukan sekadar mengikuti arus pasar.

Selain membahas masalah tambang ilegal dan harga timah, Kawendra juga mengemukakan pentingnya pembentukan bursa logam baru di Indonesia sebagai bentuk keberanian dan upaya untuk menghadapi ketidakpastian geopolitik global. Indonesia Metal Exchange diharapkan dapat membantu memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan logam global dan memberikan kesempatan bagi negara untuk memiliki kendali lebih besar terhadap harga komoditas tersebut. Kesimpulannya, Kawendra Lukistian menekankan pentingnya transformasi digital dalam sektor pertambangan serta peran strategis Indonesia dalam pasar logam global.

Source link