Gerindra Dukung Kebijakan Fiskal Pro-Rakyat 2026

Fraksi Partai Gerindra memberikan dukungan penuh terhadap Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun 2026. Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Banten II, Annisa Mahesa, mengungkapkan hal ini dalam Rapat Paripurna Penutupan Masa Sidang III Tahun Sidang 2025–2026 di Kompleks Parlemen, Senayan. Dalam kesempatan tersebut, Annisa menekankan pentingnya kebijakan fiskal yang adaptif dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Fraksi Gerindra mengapresiasi langkah pemerintah dalam menghadapi tantangan ekonomi baik dalam negeri maupun luar negeri. Annisa, sebagai anggota legislatif yang fokus pada perekonomian dan pembangunan, menyatakan komitmen Fraksi Gerindra untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dan sosial guna menciptakan Indonesia yang adil dan makmur. Program-program unggulan yang dikembangkan oleh fraksi tersebut didesain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif.

Program unggulan Fraksi Gerindra, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), ketahanan pangan dan energi, Cek Kesehatan Gratis (CKG), pembangunan dan perbaikan rumah rakyat, serta dukungan untuk UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih, merupakan bagian dari upaya mencapai pertumbuhan ekonomi 8% pada tahun 2029. Fraksi Gerindra mendukung tema kebijakan fiskal pemerintah Tahun 2026 yang mengusung “Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi” sebagai langkah mendorong kemandirian dan pertumbuhan berkelanjutan.

Fraksi Gerindra juga memberikan dukungan terhadap asumsi dasar RAPBN 2026, termasuk pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan nilai tukar rupiah. Annisa menilai target pertumbuhan ekonomi antara 5,6% hingga 6,3% pada tahun 2026 sebagai langkah strategis serta realistis untuk mencapai pertumbuhan 8% pada tahun 2029 sesuai dengan visi Presiden Prabowo Subianto. Dengan dukungan politik yang kuat, sinergi fiskal-moneter, dan langkah reformasi struktural, Fraksi Gerindra yakin dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Source link