Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Kawendra Lukistian, anggota Komisi VI DPR RI, mengingatkan pentingnya menghayati makna dari Bendera Merah Putih. Bagi Kawendra, Sang Saka bukan hanya simbol negara, tetapi juga torehan sejarah yang dijahit oleh harapan dan disirami oleh darah serta doa para pejuang. Merah Putih bukan hanya warna, tetapi merupakan warisan yang mengandung nilai perjuangan, pengorbanan, dan harapan. Setiap kali Bendera Merah Putih berkibar, ia mengingatkan kita pada semangat persatuan yang telah dibayar mahal oleh para pendiri bangsa.
Dalam situasi sosial politik yang semakin kompleks, Kawendra menekankan pentingnya menjaga persatuan dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah. Ia menegaskan bahwa setiap kali Bendera Merah Putih berkibar, itu adalah bukti cinta kita pada Indonesia, dan juga tekad untuk terus memperbaiki dan menyempurnakannya. Kawendra juga mengajak masyarakat untuk tetap kritis namun bijaksana dalam menghadapi berbagai narasi yang ada, termasuk di media sosial. Kolaborasi harus didahulukan daripada konflik, begitu pesan yang disampaikan oleh Kawendra.
Kawendra menyatakan bahwa bangsa ini dibangun oleh tekad untuk bersatu di tengah perbedaan, bukan oleh kebencian atau perpecahan. Ia mengajak semua elemen bangsa untuk memelihara semangat kebersamaan tidak hanya dengan mengibarkan Merah Putih di tiang bendera, tetapi juga dalam sikap dan tindakan sehari-hari. Pesannya untuk memanfaatkan bulan Agustus sebagai momentum untuk memperkuat semangat kebangsaan dan gotong royong.












