Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra, Muhammad Husein Fadlulloh, menekankan peran penting Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) dalam menjaga kedaulatan negara melalui produksi dokumen resmi dan identitas. Menurut Husein, Peruri tidak hanya mencetak uang, tetapi juga memainkan peran strategis dalam pembuatan paspor dan dokumen autentik negara yang menjadi simbol kepercayaan masyarakat.
Dia menilai bahwa transformasi digital yang sedang dilakukan pemerintah membuat peran Peruri semakin vital. Dalam kunjungan ke kantor Peruri di Karawang, Jawa Barat, Husein menyatakan bahwa lembaga ini memiliki potensi besar sebagai penyedia jasa autentikasi dokumen digital negara, serta membuka peluang kerja sama internasional di bidang keamanan data dan verifikasi digital.
Di tengah tren peralihan ke sistem keuangan digital, Husein menyebut bahwa Peruri telah bersiap dengan layanan digital dan sistem keamanan siber. Meskipun sebagian besar uang yang beredar masih berbentuk fisik, Peruri tetap fokus pada fungsi utama sambil merencanakan transformasi digital.
Selain itu, Peruri juga sedang mengoptimalkan penggunaan bahan baku dalam negeri untuk pembuatan uang kertas, dengan harapan bisa meningkatkan kualitas produk imopr. Husein juga menyoroti regulasi yang sudah diterbitkan untuk memperkuat Peruri, namun perlu optimalisasi implementasinya di lapangan. Maka dari itu, Komisi VI berencana untuk intensifikasi koordinasi dengan kementerian terkait guna memaksimalkan layanan Peruri.
Rapat gabungan bersama kementerian dijadwalkan pada Senin mendatang untuk meningkatkan sinergi lintas lembaga dan memberikan arah jelas bagi transformasi Peruri ke depan.












