Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengadakan rapat terbatas melalui konferensi video untuk membahas perkembangan kinerja Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) pada Senin waktu setempat. Rapat tersebut dilaksanakan di tengah kunjungan kerja Presiden Prabowo ke London, Inggris. Rapat itu dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Jaksa Agung ST Burhanuddin, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh. Selama kunjungan di London, Presiden Prabowo ditemani oleh Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Rapat terbatas selama dua jam membahas perkembangan penertiban kawasan hutan oleh Satgas PKH. Satuan tugas ini didirikan oleh Presiden Prabowo pada Januari 2025 berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2025. Presiden menekankan pentingnya penertiban kawasan hutan dan mengingatkan Satgas PKH untuk tidak ragu dalam mengambil tindakan terhadap pelanggar hukum demi melindungi kekayaan negara. Selain itu, pada akhir Desember 2025, Satgas PKH telah melaporkan pencapaian kinerjanya, termasuk penyerahan dana senilai triliunan rupiah hasil penertiban kawasan hutan kepada negara.
Kunjungan Presiden Prabowo ke London bertujuan untuk memperkuat kerja sama strategis antara Indonesia dan Inggris terutama dalam bidang ekonomi dan maritim. Hal ini menegaskan komitmen Indonesia untuk melanjutkan diplomasi aktif dan mengembangkan kerja sama internasional yang saling menguntungkan.












