Komisi V DPR RI Desak KNKT Selidiki Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Komisi V DPR RI Minta KNKT Usut Tuntas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Pada Senin (27/4/2026) malam, kecelakaan kereta api yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di sekitar Stasiun Bekasi Timur menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai puluhan penumpang. Peristiwa tragis ini membuat Kapoksi Gerindra Komisi V DPR RI, Danang Wicaksana Sulistya, menuntut KNKT melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.

Investigasi Komprehensif Diperlukan

Danang menegaskan pentingnya melakukan investigasi komprehensif guna mengidentifikasi secara detail faktor-faktor yang menyebabkan kecelakaan ini. Beliau menyoroti perluasan jangkauan investigasi untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan, apakah itu akibat faktor teknis, human error, atau masalah di perlintasan.

Berdasarkan informasi awal, dugaan rangkaian kecelakaan dimulai dari insiden di perlintasan sebidang JPL 85 yang melibatkan sebuah taksi listrik hijau Green SM. Gangguan di titik tersebut diduga memicu rangkaian kejadian hingga terjadinya tabrakan antara dua kereta di emplasemen Bekasi Timur.

Penekanan pada Keselamatan Perjalanan Kereta Api

Komisi V DPR RI terus memantau perkembangan investigasi dan meminta seluruh pihak terkait, termasuk operator perkeretaapian dan otoritas perhubungan, untuk melakukan evaluasi serius terhadap standar keselamatan perjalanan kereta api. Evaluasi mendalam diperlukan terhadap sistem pengamanan perlintasan dan peningkatan kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas di jalur rel.

Komisi V DPR RI berharap hasil investigasi dari KNKT dapat menjadi dasar untuk meningkatkan sistem keselamatan transportasi perkeretaapian di Indonesia. Dengan demikian, kecelakaan serupa di masa depan dapat diminimalisir.

Source link