Delegasi Parlemen Tiongkok dan Banggar DPR RI Bahas Pengelolaan APBN
Pertemuan antara Banggar DPR RI dan delegasi parlemen Tiongkok menjadi forum penting untuk membahas proses penyusunan anggaran negara di kedua negara. Wakil Ketua Banggar DPR RI, Wihadi Wijanto, menjelaskan bahwa diskusi tersebut mengungkapkan banyak kesamaan dalam proses penganggaran Indonesia dan Tiongkok.
Menurut Wihadi, proses penyusunan anggaran di kedua negara memiliki pola yang hampir serupa mulai dari tahapan pembahasan kebijakan fiskal hingga penetapan APBN. Hal ini menunjukkan adanya kesamaan dalam mekanisme, siklus, dan kebijakan penganggaran nasional antara Indonesia dan Tiongkok.
Program Prioritas dan Pengelolaan Fiskal
Selain kesamaan dalam proses penganggaran, program prioritas pemerintah di sektor perlindungan sosial dan pembangunan sumber daya manusia juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Kedua negara memiliki program bantuan bagi anak usia dini dan program makan bergizi untuk anak sekolah.
Wihadi menyebutkan bahwa program pemberian subsidi atau bantuan untuk anak-anak usia 0-3 tahun serta program makan bergizi untuk anak sekolah juga dilaksanakan baik di Indonesia maupun di Tiongkok. Hal ini menunjukkan adanya kesamaan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup anak-anak di kedua negara.
Strategi Pengelolaan Defisit Anggaran
Selain membahas program sosial, delegasi Parlemen Tiongkok dan Banggar DPR RI juga berdiskusi mengenai strategi pengelolaan fiskal dan pengendalian defisit anggaran. Indonesia menjelaskan bahwa pengelolaan defisit APBN tetap mengikuti ketentuan undang-undang yang tidak memperbolehkan defisit melebihi tiga persen dari PDB.
Kedua pihak sepakat untuk terus berkolaborasi dan saling bertukar informasi terkait penyusunan anggaran guna memperkuat kerja sama dalam pengelolaan keuangan negara. Pertemuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang praktek terbaik dalam penyusunan APBN antara Indonesia dan Tiongkok.












