JAKARTA, FraksiGerindra.id — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menekankan pentingnya memperkuat kemitraan dengan Jerman di sektor ketenagakerjaan untuk memberikan peluang kerja yang lebih luas bagi warga negara Indonesia (WNI). Prabowo ingin memastikan bahwa para pekerja Indonesia di Jerman juga dapat terlibat dalam industri teknologi tinggi.
Ekspansi Peluang Kerja WNI di Jerman
Prabowo berharap agar WNI yang berkerja di Jerman dapat mengambil bagian dalam sektor teknologi tinggi. Hal ini disampaikannya setelah menerima kunjungan kenegaraan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (15/6).
Sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Uni Eropa, Jerman memiliki reputasi sebagai pemimpin global dalam inovasi, riset, dan teknologi tinggi. Oleh karena itu, kerja sama antara Indonesia dan Jerman di bidang ketenagakerjaan memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia.
Penandatanganan Intent Letter untuk Global Skills Partnership
Pada kesempatan tersebut, Prabowo juga menyambut positif penandatanganan Letter of Intent mengenai Global Skills Partnership di bidang keperawatan antara Indonesia dan Jerman. Program ini memberikan jalur resmi bagi perawat Indonesia untuk bekerja atau menjalani magang di fasilitas kesehatan Jerman.
Strengthening Economic Cooperation
Selain fokus pada sektor ketenagakerjaan, Indonesia dan Jerman terus memperkuat kerja sama ekonomi. Salah satunya adalah program Partnering in Business with Germany yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas UMKM Indonesia serta memperluas jangkauan pasar global dan Eropa.
Prabowo juga berharap Jerman dapat mendukung penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang bertujuan untuk mengurangi hambatan perdagangan dan memperkuat investasi antara Indonesia dan Uni Eropa.
Presiden Steinmeier menyatakan dukungan penuh Jerman terhadap perjanjian IEU-CEPA yang telah dirundingkan selama bertahun-tahun. Steinmeier berharap perjanjian tersebut dapat segera ditandatangani untuk memberikan manfaat konkret bagi kedua negara.












