Sriyanto Saputro Dorong Pemanfaatan EWS di Perlintasan Kereta di Solo Raya
Anggota Komisi V DPR RI, Sriyanto Saputro, mendorong pemerintah untuk memperkuat sistem keselamatan pada perlintasan sebidang kereta api, terutama di wilayah Solo Raya. Pemanfaatan teknologi Early Warning System (EWS) dianggap penting guna melindungi pengguna jalan tanpa mengurangi fungsi kawasan perkotaan yang unik.
Perlunya Penguatan Keselamatan di Kawasan Solo Raya
Salah satu perhatian utama Sriyanto adalah terhadap jalur kereta api di Jalan Slamet Riyadi yang sering dilalui oleh masyarakat saat Car Free Day (CFD). Kawasan ini merupakan ruang publik dan ikon pariwisata Kota Solo yang harus tetap terjaga dengan sistem keselamatan yang memadai.
Keberadaan jalur kereta api yang melintasi kawasan perkotaan menjadi salah satu ciri khas Kota Surakarta yang berkontribusi dalam mendukung sektor pariwisata. Namun, di sisi lain, perlu adanya fasilitas keselamatan yang optimal mengingat tingginya aktivitas masyarakat di sekitar perlintasan.
Pelaksanaan uji coba EWS di beberapa titik perlintasan sebidang diapresiasi oleh Sriyanto. Sistem ini diharapkan dapat memberikan peringatan dini kepada pengguna jalan saat kereta api akan melintas, terutama di kawasan yang sering dipadati oleh masyarakat.
Penguatan EWS sebagai Solusi Utama
Melalui penguatan teknologi keselamatan seperti EWS, diharapkan kewaspadaan masyarakat dapat meningkat dan potensi kecelakaan di perlintasan sebidang dapat berkurang. Namun, perlunya manajemen yang baik, pemeliharaan rutin, dan prosedur pengamanan yang jelas tetap menjadi kunci keberhasilan penerapan teknologi ini.
Sorotan terhadap keselamatan perlintasan sebidang diperlukan mengingat masih terjadinya kecelakaan di beberapa titik jalur kereta api. Komisi V DPR RI menganggap bahwa tindakan komprehensif perlu dilakukan dalam upaya meningkatkan keselamatan, termasuk peningkatan fasilitas keselamatan, optimalisasi teknologi peringatan dini, dan intensifikasi edukasi kepada masyarakat.
Sriyanto berharap dengan penguatan EWS, keselamatan masyarakat di sekitar perlintasan kereta api, terutama di Jalan Slamet Riyadi, dapat terjamin. Dengan demikian, fungsi kawasan sebagai ruang publik dan destinasi pariwisata tetap terjaga tanpa mengesampingkan keamanan pengguna jalan.












