Endang Thohari Dorong Kolaborasi Pengelolaan Hutan Muka Kuning Batam

Endang Setyawati Thohari Dorong Pengelolaan Kolaboratif Hutan Muka Kuning di Batam

Anggota Komisi IV DPR RI, Endang Setyawati Thohari, mendorong pengelolaan kawasan Taman Wisata Hutan Muka Kuning dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan Kementerian Kehutanan, pihak swasta, dan masyarakat setempat.

Sinergi lintas pihak diperlukan

Menurut Endang, sinergi lintas pihak diperlukan untuk menyelesaikan persoalan tumpang tindih kewenangan sekaligus menjaga kelestarian kawasan yang memiliki fungsi penting sebagai paru-paru Kota Batam. Politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut mengungkapkan bahwa kawasan konservasi hijau saat ini bersinggungan dengan wilayah kelola Badan Pengusahaan Batam, yang menimbulkan persoalan administratif dan risiko kerusakan lingkungan.

“Permasalahannya adalah hijau konservasi dan biru BP Batam, dan ini harus kita evaluasi. Sebetulnya bagus ini sebagai paru-paru Batam. Seperti halnya Kebun Raya Bogor,” papar Endang dalam kunjungan kerja ke Taman Wisata Alam Panbil Nature Reserve, Batam.

Potensi kawasan yang belum dioptimalkan

Kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai ruang konservasi, wisata alam, dan pendidikan lingkungan. Namun, potensi itu belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena masih terdapat persoalan perambahan kawasan, konflik dengan pihak swasta, serta ketidakjelasan sejumlah perizinan.

Endang juga menyoroti minimnya keterlibatan masyarakat sekitar dalam pengelolaan kawasan. Aspek pemberdayaan masyarakat perlu diperkuat agar warga setempat turut memperoleh manfaat ekonomi dan sosial dari pengembangan kawasan.

Kolaborasi untuk tata kelola yang baik

Untuk mengatasi berbagai persoalan pengelolaan, Endang mendorong perancangan ulang tata kelola kawasan dengan konsep ekowisata dan pendidikan lingkungan yang terintegrasi. Pengembangan kawasan harus dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta.

Dengan kolaborasi yang baik, Hutan Muka Kuning diharapkan dapat tetap menjalankan fungsi konservasi sekaligus berkembang sebagai destinasi ekowisata dan edukasi yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi Kota Batam dan masyarakat sekitarnya.

Source link