Fraksi Gerindra Apresiasi Keberhasilan BNN Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin
Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Gerindra, Bimantoro Wiyono, memberikan apresiasi terhadap keberhasilan Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Bareskrim Polri, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta TNI Angkatan Laut dalam menggagalkan penyelundupan 1.298 kilogram atau hampir 1,3 ton ketamin di perairan Kepulauan Riau. Menurutnya, pengungkapan dalam jumlah besar tersebut adalah langkah penting dalam upaya melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman penyalahgunaan zat berbahaya dan peredaran gelap yang melibatkan jaringan terorganisir.
Bongkar Jaringan Penyelundupan
Bimantoro menekankan bahwa penanganan kasus tersebut tidak boleh berhenti pada penangkapan awak kapal. Aparat penegak hukum perlu melakukan penyelidikan lebih mendalam untuk membongkar keseluruhan jaringan yang terlibat dalam penyelundupan tersebut. Pengungkapan pihak yang berperan sebagai pengendali, pemodal, pemasok, penerima barang, hingga jalur distribusi menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan.
Penguatan Pengawasan
Ia juga mendorong penguatan pengawasan di wilayah perairan, pelabuhan, kawasan pesisir, serta berbagai pintu masuk barang dari luar negeri. Koordinasi yang baik antara BNN, Polri, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, TNI Angkatan Laut, serta instansi terkait dianggap sangat penting dalam mempersempit ruang gerak jaringan penyelundupan serta mencegah peredaran zat berbahaya.
Bimantoro menyoroti bahwa modus operandi penyalahgunaan ketamin semakin beragam, termasuk kemungkinan dicampurkan dalam cairan rokok elektrik atau vape. Pengawasan yang adaptif dan responsif sangat diperlukan agar upaya-upaya penyelundupan semacam ini dapat dicegah dengan efektif.
Di samping penguatan penegakan hukum dan pengawasan, Bimantoro juga mengajak masyarakat, terutama warga pesisir, nelayan, dan pelaku industri kemaritiman, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas-aktivitas mencurigakan di wilayah perairan. Peran serta masyarakat dinilai sangat penting dalam memerangi peredaran narkoba dan zat berbahaya secara keseluruhan.
Dengan sinergi antara aparat penegak hukum dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan Indonesia dapat terbebas dari ancaman narkoba dan peredaran zat berbahaya yang merusak generasi muda.












