Kunjungan Wisatawan Mancanegara di Nusa Tenggara Barat Mendongkrak Pariwisata Nasional
Mataram, FraksiGerindra.id — Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati, menyatakan bahwa meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara ke sejumlah destinasi wisata di Nusa Tenggara Barat menjadi indikator positif bagi pemulihan sektor pariwisata nasional.
Tingginya Kunjungan Wisatawan Mancanegara
Rahayu mengungkapkan impresinya saat mengikuti kunjungan kerja reses Komisi VII DPR RI ke Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat di Kota Mataram pada Selasa petang (11/8/2026). Menurutnya, peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke Nusa Tenggara Barat mungkin dipengaruhi oleh momentum peak season dan periode liburan di berbagai negara.
Jumlah kunjungan wisatawan yang melebihi perkiraan dianggap sebagai sinyal positif bagi perkembangan sektor pariwisata di daerah tersebut. Rahayu menyatakan, “Ini mungkin memang karena sedang peak season atau hari-hari yang memang adalah hari liburan untuk masyarakat yang dari luar negeri. Sehingga luar biasa pengunjung wisatawan mancanegara yang hadir di sini untuk berlibur itu jauh melampaui ekspektasi.”
Manfaat bagi Perekonomian Nasional
Rahayu menilai peningkatan kunjungan wisatawan asing memiliki dampak positif bagi perekonomian nasional, terutama melalui peningkatan devisa dan pendapatan negara. Hal ini terutama penting mengingat sektor pariwisata Indonesia masih dalam proses pemulihan pasca pandemi COVID-19 dan berbagai konflik global yang memengaruhi industri pariwisata.
Perkembangan Pariwisata di Kawasan Gili
Rahayu turut melihat langsung perkembangan pariwisata di kawasan tiga Gili, yaitu Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan. Dialog dengan pemilik hotel dan pengelola fasilitas pariwisata menunjukkan adanya peningkatan kunjungan wisatawan yang positif. Pelaku usaha pariwisata menyambut baik peningkatan jumlah wisatawan, hampir mengembalikan tingkat kunjungan ke kondisi sebelum pandemi COVID-19.
Pemulihan sektor pariwisata diikuti dengan peningkatan fasilitas pendukung di kawasan Gili, termasuk hotel sebagai fasilitas utama akomodasi pengunjung. Namun, Rahayu menekankan pentingnya penyelesaian infrastruktur dasar, terutama masalah ketersediaan air bersih bagi masyarakat dan industri pariwisata di kawasan tersebut.
Harapan untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
Rahayu menyoroti bahwa peningkatan kunjungan wisatawan harus diimbangi dengan pembangunan infrastruktur dasar yang memadai. Ketersediaan air bersih menjadi kunci dalam menjaga kualitas layanan pariwisata dan keberlanjutan kawasan wisata. Diharapkan, pemecahan masalah air bersih di kawasan Gili dapat memberikan dukungan bagi pemulihan pariwisata Nusa Tenggara Barat menuju pertumbuhan yang berkelanjutan bagi masyarakat dan perekonomian daerah.












