Prabowo Perintahkan Penguatan Penanganan Karhutla di Kalimantan
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memerintahkan penguatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan dengan mengirim sekitar 1.200 prajurit TNI dari tiga batalyon beserta helikopter water bombing untuk mempercepat pemadaman api di lapangan.
Tindakan Tanggap dari Pemerintah
Pemerintah Indonesia merespons secara cepat terhadap dampak Karhutla di Kalimantan dengan menggelar rapat koordinasi di dua wilayah yang paling terdampak, yaitu Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo untuk merumuskan langkah-langkah penanganan yang lebih efektif.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyatakan bahwa penanganan Karhutla dalam kondisi cuaca yang sangat kering akibat El Nino memerlukan perhatian serius, yang mendorong Presiden Prabowo untuk turun langsung ke lapangan guna memonitor dan memastikan upaya pemadaman berjalan lancar.
Langkah-Langkah Perkuatan Penanganan
Dalam rapat koordinasi, Presiden Prabowo memutuskan untuk menambah kekuatan dengan mengirim tambahan sekitar tiga batalyon prajurit TNI dari Jawa, dengan total mencapai 1.200 personel. Selain itu, penguatan operasi udara dan darat juga menjadi fokus utama guna memastikan Karhutla dapat segera teratasi.
Presiden juga menekankan pentingnya penanganan masyarakat terdampak serta mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam upaya pemadaman, termasuk TNI, Polri, BNPB, BMKG, dan para relawan. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meminimalisir dampak negatif Karhutla bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.












