Daya Saing Kawasan Industri Vietnam Soroti, Investor Berpotensi Pindah

Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Soroti Tantangan Kawasan Industri

Insentif Energi dan Biaya Logistik

Menyoroti sejumlah persoalan yang dihadapi pelaku usaha di kawasan industri, Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menilai pembenahan terhadap insentif energi dan biaya transportasi logistik amat mendesak. Hal ini terutama mengingat beberapa investor mempertimbangkan Vietnam sebagai lokasi investasi yang potensial.

Insentif Energi dan Perizinan

Bambang menekankan pentingnya memberikan kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) secara memadai kepada industri di kawasan industri. Insentif energi, seperti ketersediaan kuota energi listrik dan gas dengan harga yang kompetitif, dianggap sebagai faktor penarik bagi calon investor. Selain itu, penyederhanaan proses perizinan melalui mekanisme pelayanan satu pintu juga menjadi tuntutan dari pelaku industri.

Indonesia memiliki sekitar 180 kawasan industri yang membutuhkan dukungan kebijakan energi yang kompetitif untuk meningkatkan daya saing sektor manufaktur. Bambang juga mendorong adanya insentif tarif listrik bagi industri di dalam kawasan agar tetap menarik bagi investasi.

Tingginya Biaya Transportasi Logistik

Bambang juga menyoroti biaya transportasi logistik yang tinggi, yang menjadi salah satu komponen terbesar dalam struktur biaya logistik. Menurutnya, pemerintah perlu memberikan perhatian serius terhadap transportasi sebagai faktor penting dalam meningkatkan daya saing industri nasional.

Perizinan yang rumit dan berbelit serta kepastian regulasi yang kurang juga menjadi fokus perbaikan yang diusulkan oleh Bambang. Kepastian regulasi yang tetap dan proses perizinan yang sederhana diharapkan dapat menjaga iklim investasi di kawasan industri Indonesia.

Source link