Rini Hanifa, seorang warga asal Pasuruan yang juga merupakan korban dari tragedi maut di Stadion Kanjuruhan, turut hadir dan mengikuti jalannya persidangan permohonan restitusi di Pengadilan Negeri Surabaya pada Selasa (10/12). Dia tidak sendirian, datang bersama 72 perwakilan keluarga korban lainnya untuk menghadiri sidang perdana dengan agenda pembacaan permohonan restitusi. Total restitusi yang diajukan oleh 73 korban mencapai Rp17,5 miliar. Meskipun mengaku puas dengan tuntutan restitusi, Rini Hanifa juga menyampaikan kekecewaannya atas absennya LIB dan PSSI dalam persidangan, yang seharusnya turut bertanggung jawab atas pemberian ganti rugi. Kehadiran mereka dianggap penting oleh keluarga korban untuk mencari keadilan bagi anak-anak yang menjadi korban tragedi tersebut. Keterlibatan Rini Hanifa dalam persidangan ini menjadi simbol kepuasan dan juga kekecewaan keluarga korban terhadap proses perjuangan mereka dalam meraih keadilan.
“Penemuan Kritis dalam Sidang Restitusi Tragedi Kanjuruhan”
Read Also
Recommendation for You
Penangkapan Pria di Ngawi Terkait Pembakaran Lahan Hutan Penangkapan Pria di Ngawi Terkait Pembakaran Lahan…
Polres Ponorogo Selidiki Pencurian Trafo Listrik PLN Polres Ponorogo tengah melakukan penyelidikan terkait kasus pencurian…
Bupati Tulungagung Nonaktif dan Ajudan Jalani Sidang Perdana Korupsi di Surabaya Bupati Tulungagung nonaktif, Gatut…
Sebuah kejadian pencurian mencuri perhatian di Surabaya, tepatnya di rumah kosong yang terletak di Jalan…
Bupati Tulungagung nonaktif, Gatut Sunu Wibowo, menampik tuduhan pemerasan dan penerimaan gratifikasi yang dialamatkan padanya…
Polres Lumajang berhasil mengungkap 23 kasus peredaran narkoba melalui Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026. Operasi…
