Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Budisatrio Djiwandono, memberikan pandangannya terkait Nota Keuangan RAPBN 2026 yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto di hadapan Sidang Paripurna DPR RI. Menurutnya, arsitektur RAPBN 2026 adalah bukti nyata dari perhatian pemerintah terhadap rakyat. Delapan agenda prioritas nasional yang diungkapkan Presiden mencerminkan cara anggaran disusun untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, seperti ketahanan pangan, energi, program MBG, peningkatan kualitas pendidikan, akses kesehatan, penguatan koperasi desa, pertahanan semesta, serta percepatan investasi dan perdagangan global.
Menurut Budisatrio, RAPBN 2026 merupakan rancangan anggaran perdana di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif untuk semua lapisan masyarakat. Kerangka RAPBN 2026 menetapkan belanja negara sebesar Rp3.786,5 triliun dan pendapatan negara Rp3.147,7 triliun, dengan defisit 2,48% dari PDB. Desain fiskal yang ekspansif tetap realistis dan rasional, mendukung visi besar yang terukur.
Budisatrio menegaskan bahwa Fraksi Partai Gerindra bertekad untuk memastikan delapan agenda prioritas yang disampaikan Presiden terwujud dalam postur anggaran yang efisien dan tepat sasaran. Mereka akan mengawal pembahasan RAPBN 2026 di Badan Anggaran untuk memastikan agenda prioritas tersebut terwujud sesuai dengan semangat konstitusi dan visi Presiden.












