Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, H. Ahmad Muzani, menerima gelar kebesaran adat Melayu Dato Seri Diwangsa Wira Perdana dalam upacara adat di Provinsi Kepulauan Riau. Dalam kesempatan tersebut, Muzani menyampaikan rasa syukur atas kehormatan yang diterimanya di “bumi Gurindam yang bersejarah”. Ia menjelaskan betapa pentingnya gelar tersebut sebagai sebuah amanah yang membutuhkan tanggung jawab moral dan kultural yang besar. Menyinggung nilai-nilai peradaban Melayu yang tumbuh dari Kepulauan Riau, Muzani menekankan bahwa Provinsi tersebut merupakan jantung peradaban Melayu, tempat kelahiran Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji.
Muzani juga mengutip pesan dari Gurindam Dua Belas yang menjelaskan pentingnya budi pekerti dan bahasa dalam mengenal karakter seseorang berbangsa. Ia menegaskan bahwa kemuliaan seseorang tidak hanya diukur dari jabatan atau harta, melainkan dari budi pekerti dan tutur kata yang santun. Nilai-nilai yang terkandung dalam Gurindam Dua Belas dianggap sejalan dengan semangat kebangsaan Indonesia modern, yang menuntun kepada ketakwaan, pengendalian diri, kejujuran, dan musyawarah sebagai fondasi karakter bangsa.
Dengan penuh tekad, Muzani berikrar untuk mengembangkan gelar Datuk Sri Diwangsa Wira Perdana dengan sebaik mungkin dan menjadikannya sebagai motivasi untuk terus memperjuangkan nilai-nilai budaya luhur dalam setiap langkah pembangunan bangsa. Ia pun memohon doa dan dukungan agar dapat memperjuangkan nilai-nilai yang diwariskan oleh masyarakat Melayu Kepulauan Riau melalui gelar adat yang diterimanya.












