Ramson Siagian: Indonesia Belum Capai Swasembada Energi

Anggota Komisi XII DPR RI, Ramson Siagian, mengungkapkan bahwa Indonesia belum sepenuhnya mencapai swasembada energi, khususnya dalam sektor minyak bumi. Meskipun telah ada pembangunan kilang minyak nasional melalui program Refinery Development Master Plan (RDMP), Indonesia masih sangat bergantung pada impor minyak mentah. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ramson dalam Rapat Kerja Komisi XII DPR RI bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta.

Ramson menegaskan bahwa konsumsi minyak di Indonesia mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, namun negara masih harus mengimpor sekitar 1 juta barel per hari. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun lifting minyak naik menjadi 605 ribu barel, namun masih terdapat penurunan signifikan sejak tahun 2004. Ia juga memperingatkan mengenai risiko geopolitik yang dapat mengganggu ketahanan energi nasional, terutama potensi gangguan distribusi di Selat Malaka.

Dalam konteks ini, Ramson menekankan pentingnya peningkatan produksi minyak nasional sebagai langkah strategis. Dia mendorong Kementerian ESDM untuk segera merevisi Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (UU Migas) yang sudah berusia sekitar 25 tahun. Menurutnya, revisi regulasi tersebut diperlukan agar menciptakan kepastian hukum dan iklim investasi yang lebih menarik bagi investor di sektor hulu migas.

Ramson menjelaskan bahwa kilang-kilang minyak milik Pertamina yang berteknologi tinggi tidak akan optimal tanpa pasokan minyak mentah yang mencukupi. Oleh karena itu, peningkatan produksi minyak nasional harus menjadi prioritas. Dia menekankan pentingnya keselarasan antara regulasi dan kebijakan dengan kondisi terkini untuk mendukung pertumbuhan sektor energi Indonesia tanpa ketergantungan terhadap impor minyak.

Source link