Prabowo Gandeng Jerman Tingkatkan Investasi Energi Bersih






Prabowo Ajak Jerman Tingkatkan Investasi di Sektor Strategis Indonesia

Prabowo Ajak Jerman Tingkatkan Investasi di Sektor Strategis Indonesia

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengajak Jerman untuk meningkatkan investasi di berbagai sektor strategis Indonesia, termasuk energi baru dan terbarukan (EBT), hilirisasi industri, semikonduktor, kendaraan listrik, serta pengembangan rantai pasok mineral kritis.

Ajakan Prabowo kepada Jerman

Ajakan tersebut disampaikan Prabowo saat menerima kunjungan kenegaraan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/6/2026). Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah mempercepat industrialisasi nasional dan memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Jerman yang telah terjalin selama 75 tahun.

“Indonesia mengundang pihak Jerman untuk memperluas investasi di sektor-sektor yang penting di Indonesia,” ujar Prabowo.

Potensi Kerja Sama Investasi

Prabowo menjelaskan bahwa Indonesia memiliki sektor potensial yang dapat menjadi ruang kerja sama investasi dengan Jerman, seperti pengembangan energi bersih, hilirisasi industri, semikonduktor, hingga pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang saat ini didorong pemerintah.

Indonesia juga membuka peluang kerja sama dalam pengembangan rantai pasok mineral kritis dan unsur tanah jarang yang mendukung pembangunan industri nasional dan transisi energi.

Komitmen Presiden Jerman

Presiden Jerman, Frank-Walter Steinmeier, menyatakan bahwa Indonesia dipandang sebagai negara dengan potensi pasar besar dan tujuan investasi menjanjikan. Indonesia telah menarik investasi sejumlah perusahaan Jerman seperti Siemens dan Daimler.

Steinmeier juga menegaskan komitmen Jerman untuk mendukung proses ratifikasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) yang diharapkan membuka peluang investasi lebih luas.

Pemerintah berharap kerja sama ekonomi Indonesia dan Jerman dapat mempercepat pengembangan industri strategis nasional, memperluas investasi berkualitas, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi kedua negara.


Source link