Peran Komisi V DPR RI dalam Mitigasi Kekeringan melalui Ketahanan Air






Fraksi Gerindra – Wakil Ketua Komisi V DPR RI Dorong Mitigasi Kekeringan Berbasis Ketahanan Air Berkelanjutan

Di tengah krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, memberikan penilaian bahwa penanganan bencana kekeringan masih belum cukup efektif. Langkah-langkah darurat yang berfokus pada penyaluran bantuan air bersih dianggap belum menyelesaikan akar permasalahan terkait ketahanan air di Tanah Air.

Krisis Air Bersih vs Penanganan Darurat

Andi Iwan menyambut baik respons cepat pemerintah daerah dan BPBD dalam membantu masyarakat terdampak krisis air. Namun, fokus pada penyaluran bantuan darurat dinilai tidak mencukupi untuk mengatasi masalah yang lebih kompleks terkait ketersediaan air. Ia menyoroti bahwa pengelolaan sumber daya air nasional belum optimal, terutama dalam menghadapi perubahan iklim global yang terus terjadi.

Perlu Adanya Sistem Mitigasi yang Lebih Terencana

Menurut Andi Iwan, penting bagi pemerintah untuk mengubah orientasi kebijakan dari penanganan darurat menjadi pembangunan sistem mitigasi struktural, berkelanjutan, dan jangka panjang. Dibutuhkan upaya konkret untuk membangun ketahanan air yang dapat mengurangi kerentanan masyarakat terhadap dampak cuaca ekstrem.

Legislator asal Sulawesi Selatan ini juga menyoroti kurangnya pengawasan dan pemeliharaan terhadap infrastruktur penyediaan air bersih di beberapa daerah. Meskipun telah ada fasilitas air bersih yang dibangun, namun pengelolaannya belum optimal sehingga tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal saat musim kemarau tiba.

Kendali Musim Kemarau

Menghadapi puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi pada Juli hingga September, Komisi V DPR RI mendorong pemerintah daerah untuk menyusun kebijakan mitigasi kekeringan berdasarkan data dan informasi ilmiah yang akurat. Langkah-langkah proaktif perlu diambil untuk mengelola sumber air dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kemarau yang panjang.

Sebagai langkah awal, informasi iklim dari BMKG diharapkan dapat menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan yang dapat meningkatkan ketahanan air di seluruh wilayah Indonesia.


Source link