Penekanan Darori Wonodipuro Mengenai Pentingnya Pemeliharaan Hutan untuk Mengurangi Risiko Banjir
Anggota Komisi IV DPR RI, Darori Wonodipuro, menyampaikan urgensi dalam menjaga tutupan hutan, khususnya di Jawa Barat, untuk mengurangi potensi bencana hidrometeorologi, termasuk banjir di wilayah hilir seperti Jakarta. Darori menyoroti penurunan luas hutan yang mengakibatkan berkurangnya kemampuan lingkungan dalam menyerap dan menahan air hujan.
Kondisi Tutupan Hutan di Jawa Barat
Darori menjelaskan bahwa saat ini Jawa Barat memiliki kurang dari 20 persen tutupan hutan, yang merupakan faktor penyebab banjir di Jakarta. Berdasarkan berbagai penelitian, tutupan hutan ideal minimal di suatu wilayah seharusnya mencapai 30 persen. Keberadaan hutan dianggap penting dalam menjaga keseimbangan tata air karena kemampuannya dalam menyerap sebagian besar air hujan, sehingga mengurangi limpahan air menuju sungai.
Pentingnya Fungsi Ekologis Hutan
Menurut Darori, 50 persen air hujan seharusnya diserap oleh vegetasi dan tanah, sedangkan sisanya mengalir ke sungai. Namun, kondisi ini semakin memburuk dengan pendangkalan sungai yang menurunkan kapasitas penampungan air. Akibatnya, saat curah hujan tinggi, potensi banjir di berbagai wilayah menjadi lebih tinggi.
Darori mendorong pemerintah untuk mengintensifkan perlindungan kawasan hutan dan mengendalikan alih fungsi lahan guna menjamin keberlangsungan fungsi ekologis daerah tangkapan air. Pengelolaan hutan yang berkelanjutan tidak hanya berdampak pada lingkungan di hulu sungai, tetapi juga memainkan peran penting dalam mengurangi risiko bencana di daerah hilir yang terletak dalam satu kesatuan aliran sungai.












