Upaya BNI dalam Menyikapi Dugaan KUR Fiktif di Jember

Kawendra Lukistian: Apresiasi Langkah BNI dalam Penyaluran KUR

Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra, Kawendra Lukistian, memberikan apresiasi terhadap kinerja PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada masyarakat. Ia juga mengapresiasi langkah BNI dalam menangani dugaan kasus KUR fiktif yang menimpa petani di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Perhatian pada Tata Kelola dan Pengawasan

Menyoroti laporan tahunan BNI dalam rapat bersama Direktur Utama dan jajaran, Kawendra Lukistian menekankan pentingnya evaluasi dan pembenahan dalam penyaluran pembiayaan kepada masyarakat. Kawendra menilai bahwa perbaikan tata kelola dan penguatan sistem pengawasan bank seperti BNI sangat diperlukan untuk mendukung perekonomian masyarakat.

Di tengah apresiasi terhadap kinerja BNI, Kawendra juga memberikan sorotan terkait dugaan kasus KUR fiktif di Kabupaten Jember yang merugikan 900 petani. Menurutnya, penyalahgunaan data pribadi petani untuk pengajuan KUR merupakan masalah serius yang harus ditangani secara tuntas.

Evaluasi Mendalam dan Langkah Pembenahan

Mas Kawe, panggilan akrab Kawendra Lukistian, menekankan perlunya evaluasi menyeluruh dan langkah pembenahan secara komprehensif untuk mencegah kecurangan serupa di masa depan. Ia berharap BNI dapat memperkuat sistem pengawasan dan tata kelola guna melindungi masyarakat dari praktik penyalahgunaan yang merugikan.

Kawendra Lukistian meminta pimpinan BNI untuk memiliki semangat yang sejalan dengan upaya Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas kecurangan yang merugikan masyarakat secara langsung. Ia berharap agar dugaan kasus KUR fiktif di Jember menjadi pelajaran berharga bagi sektor perbankan untuk meningkatkan akuntabilitas dan perlindungan terhadap para peminjam KUR.

Source link