Fraksi Gerindra: Penyelarasan Regulasi AI dan Keamanan Siber di ASEAN Mendesak
Jakarta, FraksiGerindra.id — Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI mengusulkan negara-negara di kawasan ASEAN untuk menyatukan regulasi terkait kecerdasan buatan (AI) dan keamanan siber. Langkah ini dianggap vital guna melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan digital yang semakin kompleks dan melintasi batas negara.
Harmonisasi Regulasi dalam Menyikapi Tantangan Teknologi
Isu mengenai perkembangan AI dan peningkatan kejahatan digital menjadi agenda utama dalam pertemuan Kaukus Majelis Antar-Parlemen ASEAN ke-17. Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Muhammad Husein Fadlulloh, menegaskan perlunya keselarasan regulasi di tengah pesatnya pertumbuhan teknologi digital.
Husein memandang bahwa transformasi digital membawa manfaat dan risiko yang perlu diantisipasi. Salah satu tantangan adalah maraknya penipuan berbasis teknologi, di mana penggunaan AI memungkinkan pembuat kejahatan untuk menciptakan konten palsu yang sulit dibedakan dari aslinya.
Pentingnya Perlindungan Terhadap Perempuan dan Generasi Muda
Selain mengenai regulasi, BKSAP DPR RI juga mendorong perlindungan yang lebih baik bagi perempuan dan generasi muda dari ancaman kejahatan digital. Kedua kelompok ini rentan terhadap berbagai jenis kejahatan siber dan perlindungan mereka perlu dijamin melalui kebijakan yang efektif.
Husein menekankan pentingnya keterlibatan aktif perempuan dan generasi muda dalam proses pengambilan keputusan terkait perkembangan teknologi. Mereka bukan hanya sebagai pihak yang harus dilindungi, tetapi juga sebagai pemangku kepentingan yang penting dalam merumuskan kebijakan yang inklusif.
Harmonisasi Regulasi Sebagai Upaya Membangun Keamanan Bersama
Dalam upaya menjaga keamanan dan melawan kejahatan digital lintas negara, koordinasi regional sangat diperlukan. Keharmonisan regulasi di tingkat ASEAN diharapkan dapat menciptakan kerangka hukum yang saling terintegrasi.
Langkah-langkah bersama seperti kerangka harmonisasi regulasi tentang AI dan keamanan siber diharapkan dapat memperkuat kesiapan negara-negara ASEAN dalam menghadapi tantangan teknologi dan kejahatan digital yang semakin kompleks.
Fraksi Gerindra meyakini bahwa dengan koordinasi yang lebih baik dan regulasi yang terintegrasi, negara-negara ASEAN dapat bersama-sama menghadapi tantangan dan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi untuk pembangunan yang berkelanjutan.












