Melati Mendorong Kajian Ekspor Benih Bening Lobster
Anggota Komisi IV DPR RI, Melati, mendorong pemerintah untuk melakukan kajian menyeluruh terhadap kebijakan ekspor Benih Bening Lobster (BBL) guna meningkatkan kesejahteraan nelayan. Menurut Melati, perlindungan dan keterlibatan nelayan lokal harus menjadi fokus utama dalam kebijakan budidaya dan ekspor lobster.
Perlunya Perhatian Terhadap Nelayan Penangkap Benih Lobster
Melati menekankan pentingnya menjaga potensi ekonomi lobster agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi nelayan penangkap benih di wilayah pesisir. Dalam kunjungan kerja ke Balai Perikanan Budidaya Laut Batam, Melati menyoroti pembukaan kembali ekspor BBL dengan hati-hati sesuai ketentuan yang berlaku dan dampaknya terhadap pelaku usaha dan nelayan.
Menurut regulasi yang berlaku, pelaku usaha harus melalui tahapan budidaya sebelum dapat mengekspor lobster. Proses budidaya ini diharapkan dapat menambah nilai ekonomi di dalam negeri serta menciptakan kegiatan ekonomi baru dan menyerap tenaga kerja.
Pengembangan Budidaya Lobster sebagai Kontribusi Perekonomian dan Ketahanan Pangan
Rombongan Komisi IV DPR RI meninjau langsung rantai budidaya lobster mulai dari penangkapan benih hingga pembesaran. Melalati menekankan pentingnya peran nelayan kecil dalam rantai pasok lobster dan perlunya perlindungan, kepastian usaha, serta pembagian manfaat yang adil.
Melati berharap kebijakan ekspor BBL dapat menyentuh kepentingan ekonomi, perlindungan nelayan, dan keberlanjutan sumber daya laut. Dengan melibatkan berbagai pihak terkait, diharapkan komoditas lobster dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian Indonesia serta meningkatkan kesejahteraan nelayan penangkap benih lobster.












